Turf Matters

The Site To Go To For All Your Turf Matters

  • Facebook Likes

  • The new Brushcutter

    Pengganti Brushcutter

    Increase productivity, cut labour. Try the AM61A

  • Trees Nursery

    Forest trees nursery

    Get your Trees from this nursery

Posts Tagged ‘stadium’

A maintenance Schedule

Posted by mynormas on January 12, 2015

Can you play on this grass?

Kekadang kita dapati padang kita mempunyai masalah yang tidak dapat di elakkan seperti penyakit, serangga ataupun banjir; tetapi kadang-kadang masa kita nak guna padang tu kita dapati rumput kita ada masalah yang di lakukan oleh penjaga rumput. Kerja clash dengan Event; kalau kita tak bagi dia buat, dia ugut rumput mati, kalau kita teruskan, customer marah. Soalan: Adakah kita mempunyai Jadual Penjagaan? 

Do you find that the maintenance work your turf (football field, golf course, park, etc) keep clashing with major events, or that you have to apologize to a customer because he played on turf that is ‘less than perfect’? Do you become irritated when the turf maintenance guy asks for higher expenditure in one month and sometimes it is in the month with the lowest income?  Do you understand why, everyone and their mother, knows that the months of Nov and December of every  year is the rainy season but yet, after all this years, nothing has been done to prepare the turf so that minimal disease and damage happen? Have you ever asked, if everybody is aware of the date of the year’s main event (Club Championship, football final, concert season, school holidays etc) why can’t they prepare the turf to take the extra stress?

Question: do you have a turf maintenance calendar?

In the context of turf maintenance, there are a few maintenance works that fall under the category of ‘Cultural Practice’ that needs to be applied or performed at certain intervals.  Of course, for most turf areas these works disrupt play or enjoyment of customers, clients and guests. At the same time, most golf courses, football fields, or parks cannot afford to be closed wholly for long periods of time.

The best way to overcome this problem is to schedule these works into periods of low activity for example; in between football seasons, during fasting month, major exams week etc. This way, the disruption occurs to the least number of customers, which can be easier to handle.

Other benefits of scheduling work for the whole year includes:

1. Peaking the performance of the playing field/golf course during the period when it will receive the most media or customer attention.

2. Knowing exactly the amount of interval between the maintenance activity; e.g. between aerations or dethatchings; and adjusting accordingly.

3. Informing important guests or big organizers of when to schedule (or reschedule) their event. In my experience, several organizers are grateful  to be informed earlier and especially if we can help to point an alternate site for them.

4. Preparing the grass for the times when it is predicted to receive the most amount of stress. E.g. before the monsoon season, or before the grassed area is turned into a temporary car park for an annual sale or ‘buka puasa buffet’ or concert or lion dance etc.

5. Staggering the purchase of materials and equipment needed for one major work over many months will help in managing the cash-flow better and will help you spread the costs over the year.

6. Keeping staff employed effectively through most of the year.

How do you start?

Start by having two lists:

1. List of events for the year or probable time of the year for the events. This may include, school holidays, public holidays, wedding season, golf season etc.

2. List of maintenance work activities (cultural practices, liming, soil amendment etc). Basically any major work that will disrupt play. Forget regular fertilizing or irrigation or stuff like that that can be manouvered around play.

Also weather pattern for the past few years. Ok, you may ask: what pattern? Did I miss the global warming crisis? Stop making excuses and get a monthly bar chart of rain days or rainfall; at the very least, you can make educated guesses.

Next:

Simple sample of yearly schedule

  1. Take  one of your most important and biggest (messiest) work of the year and consider when you would have that.
  2. Choose the time when traffic is lowest on your site but weather is tolerable. And mark the dates for your work.
  3. Basing on the interval for the same work, set the  dates for the next round (e.g. twice a year: six months later, 4x a year: 3 months later etc)
  4. Then stagger the other works so that it is not too close to the main works as in no 2 and 3 above.

Its not that difficult is it? Well, who said turf maintenance was rocket science? Of course, if you’ve never done it before or if the turf maintenance guys don’t have the support of the event management or marketing or golf management guys/gals; they’ll never get it done and the result is finger pointing the whole year. I’ve seen it done and I’ve seen people lose their jobs too.

Of course its not the end of the story after you actually do the annual calendar. Then you do the monthly calendar. This is especially important to maintenance crews that have limited manpower and resources (tractor, machinery etc.) You plan your work so that you can have enough workers for your projects and enough projects for your workers.

Because of a tournament (in red ink) extra attention was given to the greens a week prior to the event. Of course lucky Mountan View had an experienced consultant (ahem) to guide them.

Now that is the easy but yet tricky part. At the same time it is important because this is the time when you should know the exact dates of tournaments, visits, etc so that you can plan your work.

Remember too that a schedule is not set in stone that it cannot be changed. But not having a schedule is as true as the cliche: “Failing to plan is like planning to fail”

Posted in Fields, Golf Course, Maintenance, Padang, Padang Golf, Rumput halaman rumah | Tagged: , , | Leave a Comment »

Rumput selepas banjir

Posted by mynormas on January 5, 2015

The recent flood in Malaysia has affected a few stadiums, football fields and lawns, The priority of course, is to save the people and to reduce their suffering. Next will be their property and helping them move on with their lives. For some, looking after grass is part of their work or even part of their home. This sharing is for them. Do add any tips you have in the comments here in http://www.mynormas.com and not on my FB.

Banjir yang baru lepas ini adalah antara yang terburuk yang kita telah lalui. Orang dan tempat yang tidak pernah banjir sebelum ini pun telah mengalami nya. Ini termasuklah beberapa stadium dan padang bola.

File pic: Flooded field.  Gambar hiasan.

File pic: Flooded field.
Gambar hiasan.

Walau apa kita panggil keadaan sekarang dan sesiapa pun kita nak salahkan, yang penting sekali ialah kita dan orang orang lain selamat. Lepas tu kita cuba untuk selamatkan harta benda kita. Ada orang yang kerja mereka adalah menjaga padang bola, golf dan ada orang yang laman rumput adalah sebahagian dari rumah mereka. Posting ini adalah untuk mereka, Jika anda ada maklumat lain/tambahan, sila tambah di bahagian comment di sini di http://www.mynormas.com dan bukan di FB saya.

Selalunya air banjir akan surut selepas beberapa hari dan kebanyakkan rumput boleh bertahan keadaan air banjir untuk beberapa hari itu. Bila air surut, kita akan mempunyai lebih banyak perkara yang lebih penting yang perlu kita selesaikan sebelum kita nak fikir tentang rumput ataupun halaman kita. Tapi bila semua yang lain dah settle ataupun untuk orang yang kerjanya memang menjaga rumput samada di taman ataupun di padang, apa seterusnya?

Pertama sekali, kita mesti keluarkan sisa air bertakung di atas permukaan rumput. Gunakan pam air, atau gunakan hos untuk sedut secara ‘siphon’  ataupun guna cangkul untuk buat longkang sementara supaya air mengalir keluar.

Gambar hiasan: membuang pasir yang terlalu tebal.

Gambar hiasan: membuang pasir yang terlalu tebal.

Kedua, kita bersihkan apa yang air banjir bawak masuk. Daun kering, kayu, sampah yang dulu kita buang merata (padan muka!), pampers dan apa apa yang bukan berasal dari rumput kita, kita buang. Membuang benda besar adalah senang. Yang lebih susah ialah benda halus seperti selut dan pasir halus yang mendak. Kedua dua benda ini adalah merbahaya pada jangka masa panjang kerana butir butir selut yang halus boleh masuk ke celah celah butir tanah atau pasir yang lebih besar dan menyumbat profil tanah kita dan menyebabkan air, nutrient dan udara tak boleh tembus ke bawah. Selut itu juga mempunyai potensi membawa unsur-unsur lain yang boleh mengubah sifat kimia tanah kita.

Gunakan cara manual dengan penyapu, penyodok, cangkul, tangan dan sebagainya. Ataupun gunakan air untuk ‘pancut’ selut dan pasir supaya ia lari melalui saliran. Kita TIDAK MAHU ia masuk ke celah rumput dan ke dalam tanah. Selut BUKAN topdressing yang baik.

Butir selut adalah lebih halus dari pasir dan akan menyumbat ruangan di antara butir pasir

Butir selut adalah lebih halus dari pasir dan akan menyumbat ruangan di antara butir pasir

Ketiga, repair kawasan yang rosak – jika ada. Beli rumput baru dan tanam ataupun ‘curi’ dari kawasan sempadan kawasan sendiri. Ataupun curi dari belakang tiang gol ataupun sempadan green dan collar yang jauh dari tempat golfer masuk. Ganti di tempat yang rosak tadi.

Keempat, bila cuaca dah kurang hujan dan kita lebih banyak masa; lakukan pengudaraan iaitu menebuk tanah sedalam lebih kurang empat inci dan gantikan dengan pasir baru. Ini akan membantu air masuk melepasi struktur/profil tanah yang telah rosak akibat di cemari selut dan pasir halus. Topdress untuk menutup lubang baru itu. Jika anda biar ia terbuka, selut boleh masuk jika banjir berlaku lagi. Topdress guna pasir yang lebih kasar dari apa yang kita guna. JANGAN guna pasir yang lebih halus. Ini nasihat yang boleh di guna pakai bila bila pun.

the 'layering effect'

Pelapisan atau ‘layering’ dalam profil tanah.

Nota: gunakan HOLLOW tine dan bukan solid tine. Ertinya sewaktu kita buat pengudaraan, kita akan keluarkan tanah lama dan masukkan pasir baru. Bukan vertidrain, venting, needle tine dan sewaktu dengannya.

Nota kepada nota: Jangan topdressing jika anda tidak pasti anda dah keluarkan semua selut atau silt. Jika anda topdress, anda mungkin bersubahat dalam pembuatan tanah lapis (layering) yang akan lebih teruk lagi menyekat kemasukkan air, nutrient dan udara ke dalam tanah dan penembusan akar.

Better than nothing. Menggunakan manual hollow tine bagus untuk orang yang tiada mesin ataupun untuk buat di tempat tempat yang kecil sahaja.

Better than nothing. Menggunakan manual hollow tine bagus untuk orang yang tiada mesin ataupun untuk buat di tempat tempat yang kecil sahaja.

Kelima, belajar dari kesilapan. Dimana anda boleh buat benteng? Di mana anda boleh tambah perparitan? Bolehkan anda guna pagar yang mempunyai lubang lebih halus supaya kurang sampah masuk? Dan sebagainya.

Keenam. Lakukan soil test. Kita takut air banjir membawa perubahan kepada sifat kimia tanah. Do a full soil test. Ambil dari semua green yang terlibat dan bandingkan dengan satu dua green yang tidak kena banjir jika ada. Untuk padang rumput yang besar; ambil di beberapa tempat yang di tenggelami air dan bandingkan di kawasan yang tidak di tenggelami air, bukan dari daerah atau padang lain: di padang yang sama. Ya. Padang bola pun mesti buat soil test. Sekarang ia boleh di lakukan di makmal tempatan, layari http://www.sgs.com. Anda boleh gunakan university tempatan tetapi dari pengalaman saya, ia lebih mahal, lebih lambat dan perlukan penterjemahan oleh seorang agronomist. Dan lakukan ia setahun sekali atau dua kali  supaya kita dapat memantau perubahan.

Selamat Mencuba!

Posted in Fields, Golf Course, Greens, Lanskap, Rumput, Taman | Tagged: , , , , | 1 Comment »

Padang hybrid.

Posted by mynormas on November 27, 2014

Tajuk awal untuk posting ini adalah: “Adakah Padang Hybrid Punca Kekalahan Malaysia”. Ia tidak lagi relevan kerana Malaysia telah menang; tetapi posting ini hanyalah tentang padang itu sahaja, bukan tentang permainan tersebut atau mana mana permainan/pasukan pun. Ini laman web tentang rumput. Jika anda ingin berbincang tentang permainan; mungkin laman web lain lebih sesuai.

Adakah anda menonton perlawanan bola AFF di Singapore beberapa hari ini? Ia berlangsung di stadium Nasional baru Singapore. Stadium ini akan menggantikan stadium lama di Kallang.

Seperti yang di laporkan di akhbar Singapura, padang di stadium baru ini adalah di panggil padang hybrid. Apa yang di maksudkan dengan ‘hybrid’? Seperti kereta hybrid yang mempunyai dua sifat kuasa iaitu bateri dan petrol; padang ini juga akan mempunyai dua sifat iaitu rumput tulin dan juga fiber tiruan.

Ini adalah pandangan keratan rentas tanah untuk menunjukkan rumput tulin dan fiber tiruan dalam sistem Desso Grassmaster.

Ini adalah pandangan keratan rentas tanah untuk menunjukkan rumput tulin dan fiber tiruan dalam sistem Desso Grassmaster.

Mereka telah menggunakan sistem Desso Grassmaster yang di katakan akan menyatukan kebaikan rumput tulin dan juga fiber tiruan. Fiber rumput tiruan akan di tanam sedalam 20 cm (8 inci) ke dalam dan merangkumi 3% dari keluasan padang. Sementara itu, rumput asli juga akan di tanam dan akar rumput asli akan berselirat dengan fiber tiruan tadi. Pencipta nya mengatakan ini akan memberi kekuatan kepada akar rumput dan sistem saliran yang lebih baik. (Wikipedia)

Sistem ini agak popular dan telah di gunakan dari Singapura hinggalah ke Kazakhstan dan juga stadium terkenal, diantaranya seperti Stamford Bridge (Chelsea FC), Emirates (Arsenal) dan juga Wembley.

Kos pemasangan? Di Singapura, akhbar yang sama melaporkan kos pemasangangan sistem Desso Grassmaster ini ialah $860,000 atau RM2,064,000 (jika $1 = RM2.40). Tetapi laman web Desso meramalkan padang hybrid boleh menampung hampir tiga kali ganda permainan berbanding padang rumput biasa (iaitu 750 berbanding 250 permainan).

Adakah ia bagus? Pada pendapat saya ia suatu sistem yang amat bagus tetapi ada masalah nya tersendiri kerana ia masih lagi memerlukan rumput tulin yang hidup dan ini adalah weakpoint nya seperti yang saya bincang sebelum ini. Kita boleh nampak di padang sewaktu pertandingan berlangsung juga ia kelihatan kering. Tetapi ia masih lagi boleh di main dengan baik tanpa memberi risiko kecederaan. Ia tiada divot seperti di Bukit Jalil tempohari.

Saya pernah juga terbaca bagaimana di Piala Dunia Afrika Selatan pada 2010, kedua dua pemenang dan err… pekalah (?) iaitu Slovenia dan Algeria telah menyalahkan padang hybrid ekoran mutu permainan yang hambar. Salah seorang jurulatih telah menggelarnya sebagai ‘unusual conditions‘ (keadaan luarbiasa).

Adakah ‘keadaan luar biasa’ ini adalah punca kekalahan kemenangan Malaysia? Mungkin, tetapi dalam konteks AFF 2014, keadaan ini di lalui oleh semua pasukan, termasuk Singapura sendiri kerana padang lama mereka di Kallang adalah padang plastic (artificial) sepenuhnya. Jadi ia tidak wajar menjadi alasan utk pasukan yg gagal atau lambat menyesuaikan diri. Ter pulang kepada jurulatih dan pemain membuat ulasan dan saya akan menghormatinya.

Tolong jangan tanya saya tentang kesesuaian ia di tempat kita. Untuk pengetahuan kita, stadium nasional Singapura juga mempunyai masalah. Biarlah kita tunggu dan lihat dulu sebelum membuat apa apa kesimpulan. Setiap benda akan ada pro dan kontra nya. Begitu juga padang hybrid baru di Stadium Nasional Singapura.

Posted in Padang | Tagged: , , | 9 Comments »

Stadium di negara jiran

Posted by mynormas on November 10, 2014

Orang putih kata; “Misery loves company”, maka supaya stadium nasional kita tidak kesunyian dalam kesengsaraan saya ingin berkongsi berita tentang masalah di sebuah lagi stadium nasional, tetapi di negara jiran. Bukan untuk mentertawa (macam lah stadium kita bagus sangat nak ketawa kat orang) atau membantu, tetapi mungkin supaya kita insaf bahawa bukan kita sahaja yang ada masalah. Orang lain pun sama. Mereka telah sampai tahap sebuah akhbar tempatan The New Straits Times (Singapura) dalam editorial nya telah memberi amaran bahawa jika keadaan padang tidak di perbaiki segera, maka ia akan menjadi suatu national disgrace (kemaluan kebangsaan?)

Seorang kawan saya Dr. Micah Woods (tiada kaitan dengan Tiger Woods) yang merupakan pakar rumput terkemuka, telah mengikuti perkembangan stadium nasional Bukit Jalil melalui laman web ini. Dia berkongsi tentang masalah yang di hadapi oleh stadium nasional yang baru di bina di Singapura. Perkara ini telah di bincangkan di parlimen mereka sendiri kerana mereka akan menjadi tuan rumah beberapa acara antarabangsa dalam masa terdekat dan bimbang ia akan menjejaskan reputasi negara Singapura.

Yang menjadi pelik kepada Dr. Woods dan saya ialah, sama seperti saya tidak faham pemilihan rumput yang memerlukan cahaya matahari yang banyak di gunakan di stadium yang teduh seperti di Bukit Jalil; mengapa Stadium Nasional Singapura yang baru telah memilih untuk menggunakan rumput musim sejuk di negara beriklim tropika! Di laporkan mereka menggunakan rumput jenis rye dan blue grass, yang di sulam dengan fiber artificial untuk membentuk permukaan hybrid. Canggih…

Dr. Woods seterusnya memberi maklumat – dengan mengandaikan bahawa rumput yang di namakan dalam laporan akhbar adalah tepat – dalam blognya bahawa perennial ryegrass (Lolium perenne) dan Kentucky bluegrass (Poa pratensis) di tanam di kawasan yang mempunyai suhu purata kurang dari 16 darjah Celsius. Singapura, yang jaraknya dari Malaysia boleh di ukur dengan menyusun pinggan pinggan yang telah di cuci dengan hanya satu botol sabun pencuci Joy, akan mempunyai suhu yang lebih kurang sama dengan Malaysia di antara 21 – 32 darjah Celsius.

Dr. Woods seterusnya memberi beberapa fakta saintifik tentang jumlah cahaya yang di perlukan oleh rumput jenis itu dan bagaimana ia boleh di terima di stadium tersebut dengan beberapa andaian. Rumput musim sejuk boleh tumbuh di kawasan teduh kerana di negara musim sejuk, terdapat bulan bulan yang memang mempunyai malam yang lebih panjang dari siang. Untuk lebih info, sila baca di laman web beliau http://www.blog.asianturfgrass.com/

Posted in Padang | Tagged: , , | 6 Comments »

Peraturan Satu Pertiga

Posted by mynormas on August 26, 2014

In a democracy, majority rules, but in the world of grass keeping, we have something called “the rule of one-third”.  Did I make it sound dramatic? Well its one of the main mistake being made by a lot of people. So being dramatic gets me more attention and I think you need to pay attention. 

Most Malaysian homeowners, some football fields, municipal councils and even golf courses would be using knapsack brushcutters to cut grass. On top of that, they will use nylon cutting heads and untrained labour. This tends to get the grass to be cut too low. Lower than what it should be which is; no more than one-third of its original height. Irregular or mowing at too long an interval will cause this too. Its one of the reason that I told most golf clubs that are my clients to “never not mow your greens for more than one day”: i.e. Skip mowing greens ONE DAY only.

Terdapat satu peraturan dalam pemotongan rumput yang di namakan “Rule of one-third” atau “Peraturan satu-pertiga”. Ini adalah peraturan paling kerap yang di langgar oleh penjaga rumput di Malaysia. Sebab utamanya ialah kerana tidak tahu; tetapi juga kerana lebih mudah dan murah menggunakan:

Rumput yang di potong sekarang terlalu rendah. Warna keputihan yang kita lihat ialah warna 'batang' rumput.

Rumput yang di potong sekarang terlalu rendah. Warna keputihan yang kita lihat ialah warna ‘batang’ rumput.

  1. Mesin galas belakang (atau brushcutter) yang tidak dapat di tentukan ketinggian potongan.
  2. Menggunakan pisau di perbuat dari tali nylon yang juga merumitkan menentukan ketinggian potongan kerana panjang tali nylon tersebut tidak sama.
  3. Menggunakan buruh yang tidak terlatih.
  4. Menunggu masa yang terlalu lama sebelum mengulang potongan.
  5. Memotong tanpa mengambil kira jadual pemhajaan dan penyiraman.

Peraturan satu-pertiga ini mengatakan bahawa rumput tidak boleh di potong lebih dari satu pertiga dari ketinggian asal nya. Ini untuk mengekalkan jumlah permukaan daun yang cukup untuk melakukan fotosintesis dan juga menjamin masih terdapat cukup rumput untuk tumbesaran seterusnya.

Peraturan satu pertiga

Jangan potong lebih dari satu pertiga ketinggian rumput

Menggunakan brush cutter dan tali nylon akan menyebabkan pekerja menekan pisau ke tanah dan menyebabkan rumput di potong hingga ke batang. Begitu juga amalan memotong selepas membaja dan juga selepas menyiram atau hujan lebat. Rumput akan tumbuh lebih banyak dan lebih banyak daun akan hilang sewaktu memotong.

Jadi jika anda penjaga rumput (atau anda ada rumput yang orang lain jaga):

  1. Hentikan penggunaan brush cutter dengan nylon head di kawasan terbuka (kita masih perlukan nya di kawasan yang ada perabut atau tebing batu)
  2. Gunakan mesin yang kita boleh ‘set’ ketinggian potongan. Ini ertinya mesin yang ada tayar.
  3. Set ketinggian potongan supaya mesin tidak memotong lebih dari satu pertiga dari ketinggian rumput.
  4. Tentukan jadual pemotongan bergantung kepada pertumbuhan rumput: biasanya rumput yang pendek (3 – 8 mm) di potong setiap hari atau selang sehari; 15 mm (contohnya padang bola atau halaman rumah) di potong seminggu sekali atau dua kali terutamanya lepas hujan atau lepas baja; 25mm dan ke atas, 7 – 10 hari sekali. Kecuali jika di baja atau pada waktu musim hujan yang mana rumput lebih galak tumbuh.

Jika kawasan anda terlalu berbukit dan tidak boleh di potong menggunakan mesin bertayar; cuba gunakan mesin yang mempunyai kipas yang kuat dan akan terapung sedikit sewaktu memotong. Kami panggilnya ‘hover mower’.

Jika anda perlukan nasihat pemotongan, jadual pemotongan atau anda perlukan pembelian mesin untuk memotong rumput: hubungi saya di mynormasATconsultant.com dengan menggantikan AT dengan @

Posted in Fields, Golf Course, Greens, Landscape, Lanskap, Padang, Padang Golf, Rumput halaman rumah, Rumput secara am, Taman | Tagged: , , , , , , | Leave a Comment »

Amalan Kultura Pdg Bola

Posted by mynormas on April 7, 2014

Just like maintaining turf on golf courses, football field turf also has its share of cultural practices. Last week, I had the privilege of briefing a group of MSN (National Sports Council) staff on football field maintenance. I consider this topic to be one of the most important of the two-day course. So important that I feel that I should share some of the info here. Most of the slides are self explanatory.

Seperti juga penjagaan rumput di padang golf, penjaga rumput di padang bola (ataupun padang padang rumput hiasan lain) perlu melakukan kerja kerja amalan kultura untuk kesihatan rumput. Saya selalu menyamakan ‘amalan kultura’ dengan senaman untuk manusia. Sebagaimana manusia perlukan senaman untuk kesihatan, rumput juga perlukan amalan kultura. Minggu lepas saya berpeluang untuk memberi taklimat kepada kakitangan dari Majlis Sukan Negara tentang penjagaan padang bola. Ini adalah salah satu topik yang paling penting. Saya harap slaid slaid ini dapat membantu orang lain juga dalam penjagaan padang bola.

Posted in Fields, Landscape, Lanskap, Maintenance, Padang, Rumput | Tagged: , , , , | 3 Comments »

Siram rumput

Posted by mynormas on February 7, 2014

Sprinkler irrigation in a golf course

Proses penyiraman padang golf

Menyiram adalah aktiviti ‘instinct’ penggemar rumput ataupun lanskap. Lebih dari membaja atau memotong. Mungkin kerana ia paling mudah atau paling murah atau kerana kita juga boleh merasa dahaga kita boleh empati dengan rumput yang kekurangan air.

Watering is an instinctive activity for most grass or landscape owners; especially in the Malaysian context, 2,500mm of rain notwithstanding. Whether a 200 acre golf course or postage stamp lawn, we water our lawns regularly. Two days of no rain and we would be watering our grass even if looks like it will rain later in the day.

I am arguing that the timing and schedule of watering needs to be examined.

  1. Lets not water late in the evening. Watering in the evening causes the water to left in the soil when the weather is cool and in Malaysia; humid. Damp and wet soil conditions too often can lead to diseases and algae. Plus, we are watering AFTER the grass have dehydrated! Water in the morning so that there will be water in the soil for the grass when the sun is heating up.
  2. Don’t water every 24 hours or any other regular schedule. Water deeply and irregularly. Keep in tune with the water needs of the grass, don’t stress them too much but don’t water them too easily too; we want the grass to have deep roots.
  3. There is another method called ‘syringing’ especially for grass that is cut at a low cutting height. Its about ‘wetting’ the grass when the sun is at its hottest. Don’t worry about what you read that the sun will turn the water droplets into magnifying glass type of concave lens and focus the ray onto the leaf; the water will evaporate before any major damage is done.

Kebanyakkan kita menyiram rumput, terutama nya masa baru tanam. Ini bagus. Tetapi pada pandangan saya, kebanyakkan orang terlalu banyak siram dan ‘timing’ siram juga salah. Saya mempunyai beberapa pendapat.

  1. Siram di waktu pagi. Dengan cara ini air akan ada di dalam tanah bila tiba tengahari dan matahari terik. Menyiram di waktu petang pada hari panas ibarat memberi air kepada orang yang dah nak mati kehausan. Menyiram di waktu petang juga mengakibatkan tanah basah di waktu malam yang akan menggalakkan penyakit dan lumut.
  2. Siram ikut keperluan. Bila siram, siram banyak (supaya air masuk jauh ke bawah) dan jangan siram ikut jadual. Menyiram ikut jadual menyebabkan kita siram waktu air masih ada dalam tanah dan ini 1. membazir dan 2. memanjakan rumput. Rumput tidak belajar untuk mencari air. Check tanah, dengan cara memijak ataupun mengorek sedikit dengan jari untuk tengok basah atau tidak.
  3. ‘Syringe’. Kadang kadang, matahari terlalu terik dan kita kesian kat rumput yang layu. Cahaya matahari juga boleh membakar pasir topdressing kita dan mematikan akar rerambut (root hair) di permukaan atas tanah. Apa yang saya cadangkan – terutamanya rumput yang di potong pendek dan kawasan terdedah – ialah menyejukkan rumput dengan siraman lima minit ataupun dua pusingan penuh sprinkler pada waktu tengahari dan awal petang. Jangan takut pada teori bahawa air akan bertindak sebagai kanta untuk cahaya matahari membakar daun; kalau ia dah panas macam tu, air itu akan melowap.

Jika rumput anda telah kuning akibat kurang siram; kemungkinan besar ia tidak mati, hanya menjadi dorman. Teruskan siram supaya ia tidak mati terus. Bila cuaca dah sesuai, insya Allah ia akan baik semula.

Posted in Fields, Golf Course, Golf Course Superintendents, Greens, Landscape, Lanskap, Maintenance, Padang, Padang Golf, Rumput, Taman | Tagged: , , , , , , , , , , | 4 Comments »

A friend in need…

Posted by mynormas on February 4, 2014

Managing a golf club is difficult and expensive. Maintaining a golf course or field is challenging. I’ve been there, done that and would like to share my experiences: hence this website, a couple of books that I’m working on and a consultancy.

Its a pity some clubs practice the saying “a consultant is someone called in at the last minute to share the blame” to the extreme, because though my charges are considered expensive by Malaysian standards, getting it wrong is an even more expensive and embarrassing.  And boy, have I seen some major lessons.

From bad choice of grass (I wouldn’t call it ‘wrong grass’, just ‘bad choice’) to expensive selection of machinery to dead grass, I’ve seen them all.

I don’t do cheap and I rarely give discounts. What I do give, is free service. Yes.  Free. But only one time. Not even transport cost if you are in the Klang Valley or in the general area of where I will be if outside the Klang Valley. One day or one inspection round (I don’t play  during work).

Some days what you or your people need is just a second opinion, or even a third one when there is conflict. I can do that.

Why am I making this offer? Well, a friend faced a major problem today and we communicated. I could feel the relief he felt being able to discuss with someone sincere and

image

not trying to sell him anything.  Did I solve his problem? He did it himself, I just facilitated his reasoning with stuff that he already has in his store.

What’s in it for me? It felt good. It felt good because I helped a friend. It felt good because I had a hand in making one golf course better. It felt good because I learnt a new thing or two.

So go ahead. Give me a call. Or email me. Or if you are embarrassed, get a temporary Yahoo or Gmail email under a fake name and write a question on this website so others can benefit or even contribute. If you email me under a fake name, I may take my time to reply and chances are, I will put it up on this website anyway.

My email for Q&A is mynormasATconsultant.com (replacing the AT with @) and my Malaysian office number is o3 5131 oo66. Do let it ring, we do a lot of field work and the call will be transferred to a mobile phone if no one picks up.

Oh… if you have any special requests for a topic to discuss or write about (because you want to show it to someone) that can work too. Maybe. It depends on the relevance and my time.

So good luck and Happy New Year!

Posted in Golf club, Golf Course, Golf Course Superintendents, Padang, Padang Golf | Tagged: , , , , , , , | 4 Comments »

Concert in stadiums

Posted by mynormas on August 26, 2013

Ok jer? (Nota: bukan di Bukit Jalil ATAUPUN di  Malaysia.

Ok jer?
(Nota: Ini bukan di Bukit Jalil ATAUPUN di Malaysia.

Kenapa tak boleh? Asalkan stadium tu di design untuk itu maka saya tak nampak kenapa tak boleh. Stadium satu kegunaan adalah kemewahan; kalau mampu bagus; kalau tak mampu, lebih baik kita buat dari awal lagi stadium itu pelbagai-guna.

Apa guna buat stadium besar dan hebat tapi tiada duit atau hanya mengharapkan bantuan dana untuk maintenance? Dana yang datang hanya pada tahun ada pilihan raya? Lebih baik spend a little more untuk dapatkan stadium yang boleh di sewakan kepada orang ramai untuk pelbagai guna. Sebahagian (contohnya 10%) dari keuntungan setiap bulan mesti di simpan dalam suatu tabung yang akan di gunakan untuk memperbaik stadium setiap 8-10 tahun.

Kalau kita ada stadium yang hanya akan digunakan untuk bola sahaja; termasuk untuk ‘sesi latihan’ mungkin keseluruhan padang tak rosak tapi saya boleh jamin yang rosak dan lebih susah di baiki ialah depan pintu gol, tengah-tengah bulatan padang dan juga tempat penjaga garisan lari.

I read with interest the views and comments from various quarters with regards to the current state of football field maintenance in the country.

The golf course industry has a head start in the maintenance of turfgrass in Malaysia and perhaps there are some lessons to be learnt; choice of grass, cultural practice, grass cutting and multi-use.

First of all, the type of grass to be planted is important. There are three important criteria to think about when choosing grass: 1. Location; how much sunlight does it get? Is it a water-logged area? 2. What will it be used for; is it for aesthetics? Is it for rough and rugged use? And 3. What is the cost or level of maintenance that can be afforded to be spent on the field in future?

Maintenance of turfgrasses are beyond grass cutting or fertilizing or even just the occasional ‘hollow-tining’. There is a category of work called ‘cultural practice’ which includes aeration, mowing, topdressing, vertical-cutting and irrigation that is often ignored by football fields. There needs to be a regular schedule for these activities.

The Ministry of Youth and Sports started a regular panel discussion on the curriculum for the training of groundskeepers with input from various quarters for the past few years. I’m sure when it is implemented; there will be more people with knowledge about field maintenance. Even grass cutting isn’t as easy as it sounds.

My opinion somewhat differs from most; I do not strongly feel that football stadiums should be limited to football matches. At least not until our football associations actually have enough funds to maintain the fields. Let’s face it; can the authorities financially afford to have single use fields? If we can; well and good. If we can’t; let’s design (or redesign) the field to be multipurpose from the start. I think we’d rather have a well utilized field with enough funds to do proper maintenance than have a field reserved for the occasional football match but no money to maintain it; Barcelona may still refuse to play there.

Seriously, to earn extra income, even if we rent the field for football training or local football games, it will just wreck areas of focus like the penalty spot and in front of the goalmouth. Renting the field for a march past or a ‘demonstration’ will be safer for the field since they would stay away from football’s area of focus. Will 100,000 people damage the field? I’d say not on a well built field. A field will be designed to support the weight of a robust and aggressive person wearing shoes with studs. One person will take up as much space and put the same pressure whether he is a footballer or a demonstrator or marcher. Whether it is a 22-person football match or a 100,000-person show of support; any one person will only step on the one amount of field at any one time.The field is not like a bridge or building where the combined weight will have to be supported by a beam, foundation or certain parts of the building. Concerts? The field must be designed for it. Whats most damaging to the grass is the sunlight denied to it by any equipment put on it for any amount of time longer than one day (depending on types of grass); they can’t do photosynthesis.

A combination of the most suitable grass, scheduled maintenance, regular cultural practice and enough funds for machinery, knowledge and other inputs will ensure our football fields will improve, even if our footballers don’t.

Posted in Fields, Maintenance, Padang | Tagged: , , | Leave a Comment »

Rumput Bukit Jalil

Posted by mynormas on August 13, 2013

Terlalu subur?

Paspalum yg subur

Lately, many Malaysians have asked me the name of the grass at the Bukit Jalil National Stadium. The fact that Barcelona FC have demanded a change in venue and the rumour that one of their player was injured during training due to the quality of the field has caused national embarassment. Add to that; a last-minute change in venue and the combined effect has sent quite a bit of traffic to this website.  Not to mention a few phone calls and a couple of tweets. Not all of them nice. FYI the grass is called ‘Seashore Paspalum’.

Untuk menjawab pertanyaan yang banyak datang sejak kebelakangan ini, rumput di stadium nasional Bukit Jalil ialah dari jenis Seashore Paspalum atau nama saintifik nya Paspalum vaginatum. ‘Seashore’ bermaksud ‘tepi pantai’.

Biasanya ia di pilih kerana ia mempunyai warna hijau gelap yg jarang ada pada rumput lain kecuali Cowgrass. Untuk padang golf, sebab-sebab ia di pilih ialah kerana ia tahan pengairan oleh air yang telah dicemari dengan air masin (untuk padang golf di tepi laut) dan juga ia boleh di potong pada ketinggian yang amat pendek.

Di tepi laut, ia adalah ‘hero’; ia mempunyai sedikit saingan daripada rumput atau tumbuhan lain dan ia juga mempunyai kurang masalah dari serangan serangga, bakteria ataupun kulat yang boleh hidup di kawasan itu. Ertinya ia telah sesuai dengan persekitaran tepi laut.

Bawa ia jauh dari laut, maka ia terpaksa bersaing dengan rumput dan tumbuhan lain yang kini mempunyai ‘level playing field’ (pun intended). Ia juga akan ‘menjumpai’ makhluk perosak seperti serangga (yang mungkin sebelum ini tidak ada di tepi laut) dan juga pelbagai jenis kulat yang sekarang mempunyai mangsa baru. Saya belum dengar lagi tentang virus atau bakteria menyerang Paspalum.

Bukan tidak boleh menggunakan Paspalum jauh dari laut, tetapi ia akan mempunyai kos penyelenggaraan yang tinggi. Lebih tinggi dari rumput yang dah memang sesuai di tanam di kawasan itu. Dua padang golf jauh dari laut yang menggunakan Paspalum dengan jayanya ialah KLGCC dan Royale Jakarta. Dari apa yang saya tahu, kos penjagaan padang2 ini adalah sangat tinggi.

Untuk mendapatkan rumput yang mempunyai sifat yang lebih baik, pembiak rumput akan melakukan pengkacukkan, mutasi ataupun memerhatikan tompok atau kawasan rumput yang lebih subur dari kelilingnya.

Rumput itu akan di asingkan dan di tanam di nursery dan jika memang ia subur serta mempunyai sifat yang berbeza dari rumput sekelilingnya ia akan di beri nama sebagai variety baru. Bila ia di biakkan atau di ‘cultivate’ maka ia akan di gelar sebagai ‘cultivar’ iaitu ‘cultivated variety’. Paspalum juga mempunyai beberapa cultivar nya seperti Salam, Supreme, SeaIsle 2000 dan beberapa lagi.

Saya di beritahu bahawa cultivar yang digunakan di stadium nasional Bukit Jalil ialah Marimo. Saya tidak tahu tentang kebaikkan cultivar ini berbanding dengan cultivar lain.

Kebanyakkan rakan-rakan saya yang menjaga rumput berpendapat bahawa Paspalum mempunyai sifat daun yang gemuk dan ‘berisi’. Ini tidak kami gemari kerana inilah yang menyebabkan ia di sukai oleh serangga dan kulat. Ia juga boleh menjadi lembut dan kurang lasak jika pembajaan tidak di kawal rapi.

Untuk mengetahui tentang rumput lain untuk padang bola, anda boleh baca di laman web ini.

Untuk mengetahui lebih banyak tentang rumput ini, sila layari http://www.ipm.ucdavis.edu/TOOLS/TURF/TURFSPECIES/seashore.html.

Posted in Fields, Padang, Rumput | Tagged: , , | Leave a Comment »